Oleh: rizarulham | Maret 26, 2010

Contoh-contoh Paragraf Induktif dan Deduktif

Paragraf induktif adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual yang khusus untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh paragraf induktif :

  1. Interface berisi kumpulan nama metode tanpa implementasi. Interface ini menandai kelas mempunyai sekumpulan perilaku. Interface digunakan untuk mendefinisikan fungsionalitas yang digunakan beberapa kelas tapi tidak menyatakan cara fungsionalitas akan didefinisikan kelas-kelas ini. Dengan menempatkan metode-metode di interface maka kita dapat memberikan perilaku yang common dan menyerahkan implementasi spesifik ke kelas-kelas itu. Hal ini, membuat interface merupakan pilihan yang lebih baik berkaitan dengan penanganan modularisasi.
  2. Sesedikit mungkin metode di kelas merupakan prinsip class minimality rule. Kelas tidak boleh memiliki metode redundan sehingga satu cara dilakukan dengan beberapa cara. Meski demikian, metode yang ada di kelas tidak boleh kurang di mana kelas sampai tidak memiliki metode-metode yang memang diperlukan untuk mengemban tanggung jawab kelas. Kelas disebut kompak bila metode-metode di kelas adalah seminimal mungkin yang telah memadai mengemban tanggung jawab kelas.
  3. Exception handling membantu kita menggabungkan pengolahan kesalahan di satu tempat tersendiri. Exception handling membuat kita dapat melakukan pemisahan (decouple) pengolahan domain persoalan dan pengolahan kesalahan yang mungkin terjadi. Jika kita dapat menggunakan exception handling, kita dapat menciptakan kode program yang ampuh dan tegar.

Paragraf deduktif adalah proses penalaran yang bertolak dari sesuatu proposisi yang umum ke proposisi-proposisi yang khusus. Berikut ini adalah beberapa contoh paragraf deduktif :

  1. Paket java.lang adalah paket penting di Java. Paket java.lang secara otomatis di-import oleh semua program Java. Peket ini berisi kelas-kelas dan interface yang fundamental bagi semua program Java. Paket ini pasti dipakai semua program Java. Paket ini biasa disebut paket language. Paket ini menyediakan kelas-kelas yang membentuk bahasa Java. Paket language berisi kelas-kelas level terendah di paket standar. Paket java.lang merupakan satu-satunya paket yang tidak memerlukan paket lain untuk ada.
  2. Pengetahuan ukuran penyimpanan penting dalam menentukan hasil akhir casting. Tidak semua casting dapat menyelamatkan data sebelumnya secara aman. Pada casting tipe long menjadi int berarti long 64-bit menjadi tipe int 32-bit. Ketika casting seperti ini dilakukan, kompilator memotong 32 bit tipe long menjadi nilai di int 32-bit. Jika nilai 32-bit atas berisi informasi penting maka informasi itu hilang. Informasi juga dapat hilang ketika kita melakukan casting antara tipe-tipe berbeda tertentu meski ukuran penyimpanannya sama.
  3. Saat memodelkan, kita seharusnya menyeimbangkan tanggung jawab-tanggung jawab kelas-kelas di sistem. Tidak boleh satu kelas mempunyai tanggung jawab terlalu besar atau terlalu kecil. Kelas seharusnya melakukan satu tanggung jawab dengan sangat baik. Jika kelas terlalu besar, maka model akan sulit berubah dan sulit diguna ulang. Jika kelas terlalu kecil, maka kita akan memiliki banyak abstraksi (kelas) sehingga sulit memahami dan mengelolanya.

Referensi : Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, Penerbit Informatika, Bandung, 2007.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: