Oleh: rizarulham | November 12, 2009

Degradasi Penggunaan Bahasa Indonesia

Bangsa Indonesia secara tegas telah menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan melalui sumpah pemuda. Penegasan itu kemudian disahkan secara hukum dengan pasal 36 undang-undang dasar 1945. Hal tersebut seharusnya merupakan sebuah kebanggaan besar bagi suatu bangsa yang memiliki ±500 etnis dan ± 728 bahasa daerah tersebar di ±17.500 pulau. Penyatuan suatu bangsa yang memiliki keberagaman yang begitu luas adalah hal yang sangat sulit dan itulah yang terjadi pada banyak bangsa di dunia. Banyak bangsa yang setelah kemerdekaannya terpaksa menggunakan bahasa penjajahnya sebagai bahasa resmi nasional.

Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, saat ini, mengalami degradasi. Hal itu ditunjukkan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa dan pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa sering kita temukan pada media cetak dan elektronik. Pengaruh media terhadap masyarakat semakin besar karena hampir semua orang membutuhkan informasi dan hal tersebut juga berpengaruh ke penggunaan bahasa oleh masyarakat yang mengikuti media yang dibaca atau didengarnya. Penggunaan suatu bentuk bahasa yang berulang kali dipakai oleh media membuat masyarakat meyakininya sebagai hal yang benar. Contoh yang paling umum adalah bentuk kata kerja “dimassa” dan “dirumahkan”. Kata kerja yang dibentuk dengan menggabungkan awalan “di” dengan sebuah kata benda, dalam contoh sebelumnya adalah “massa” dan “rumah”, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, ada kesalahan lain yang umum ditemukan, yaitu penggunaan kata penunjuk jamak “para” digabungkan dengan kata benda jamak “politisi”. Bentuk degradasi lainnya adalah penggunaan bahasa Indonesia dalam judul acara harian stasiun tv yang mulai digantikan oleh bahasa asing. Hampir semua stasiun tv pasti memiliki acara dengan judul berbahasa asing, padahal bahasa pengantar isi acaranya adalah bahasa Indonesia. Satu-satunya stasiun tv yang memakai bahasa Indonesia untuk seluruh acaranya adalah TVRI yang merupakan stasiun tv milik pemerintah.

Selain pada media cetak dan elektronik berorientasi berita, Penggunaan bahasa Indonesia yang buruk sangat umum ditemukan pada industri film dan sinetron di Indonesia. Penggunaan bahasa yang buruk langsung terlihat hanya dari judul film dan sinetron yang ada saat ini. Bahasa asing semakin sering dipakai sebagai judul dan banyak juga yang mencampurnya dengan bahasa Indonesia. Degradasi semakin terlihat dari dialog yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa, terutama pada film dan sinetron yang berkisah tentang remaja. Bentuk degradasi terlihat dari penggunaan “bahasa gaul” dan adanya akronim atau singkatan yang tidak baku. Seperti halnya pada media berorientasi berita, penggunaan bahasa Indonesia yang tidak benar pada film dan sinetron dapat berpengaruh pada pola berbahasa penontonnya.

Bentuk degradasi yang paling mengkhawatirkan dapat dilihat pada dunia pendidikan Indonesia. Para pelajar, yang merupakan generasi penerus bangsa, semakin tidak memperdulikan cara berbahasa yang benar. Hal tersebut tercermin dari hasil ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia yang rata-rata di bawah 7. Hasil ujian nasional yang rendah terjadi karena tidak digunakannya bahasa Indonesia dengan benar pada kehidupan sehari-hari dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Jika para pelajar tidak dapat berbahasa dengan benar, maka bangsa Indonesia akan kehilangan identitasnya pada masa datang karena bahasa persatuannya tidak dipakai oleh para penerusnya.

Hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya merupakan sebuah bentuk pembusukan terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Pembusukan itu tidak seharusnya berlanjut dan membuat bangsa Indonesia semakin bingung akan identitasnya. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah dan pencampuran dengan bahasa asing tidak boleh dilanjutkan lagi bila bangsa ini ingin mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bangsa Indonesia sendiri yang harus menyadari bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah suatu keharusan.

Referensi :

–       http://mgmpbismp.co.cc/2009/06/17/pembusukan-penggunaan-bahasa-indonesia/

–       http://pondokbahasa.wordpress.com/2008/11/22/pencerdasan-bangsa-melalui-penggunaan-bahasa-dalam-industri-perfilman-dan-persinetronan/

–       http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/20/19481578/Penggunaan.Bahasa.Indonesia.Mengalami.Degradasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: