Oleh: rizarulham | November 12, 2009

The Sound of Music

Banyak film beredar tahun 1960’an yang menjadi film klasik bermutu yang masih diingat sampai saat ini dan salah satu dari film itu adalah The Sound of Music. Film ini bercerita tentang seorang calon suster yang mencoba untuk menjalani kehidupan biara di kota Salzburg, Austria. Calon suster tersebut bernama Maria dan ia mempunyai karakter yang menyenangkan dan berjiwa bebas. Tetapi suster-suster lainnya di biara, termasuk suster kepala, tidak yakin Maria bisa menjalani kehidupan dalam biara dengan baik. Karena alasan tersebut, suster kepala mengirim Maria untuk menjadi pengasuh anak dari keluarga Von Trapp. Georg Ludwig Von Trapp, seorang mantan kapten angkatan laut, mempunyai 7 anak dengan beragam karakter. Sang kapten membesarkan anaknya dengan tingkat kedisiplinan bagaikan mereka adalah anak buahnya di angkatan. Kemudian, Maria mengubah semuanya dengan karakternya dan mengisi kehidupan keluarga tersebut dengan musik dan kasih sayang.

Seperti kisah dalam film lainnya, film ini juga diisi dengan kisah cinta, yaitu antara Maria dengan sang kapten, dan pada akhirnya mereka berdua menikah. Film ini juga berkisah tentang awal-awal kekuasaan Hitler dan Nazi-nya yang bermula di Jerman dan mulai berusaha menduduki Austria. Sang kapten, yang adalah seorang patriot sejati, tidak mau tunduk kepada Nazi yang memaksanya kembali ke militer. Pada akhir cerita, seluruh keluarga Von Trapp, termasuk Maria yang telah menjadi istri sang kapten, terpaksa harus meninggalkan Austria untuk menghindari kejaran Nazi.

Film ini diputar di seluruh dunia pada tahun 1965 dan menjadi film terlaris ketiga setelah Gone with The Wind dan Star Wars. Banyak penghargaan dimenangkan oleh film ini. Dalam ajang Academy Awards, film ini memenangkan penghargaan sebagai film terbaik, sutradara terbaik, penyuntingan terbaik, efek suara terbaik, dan musik film terbaik, dan juga beberapa nominasi lainnya. Dalam ajang Golden Globe, film ini juga memenangkan 2 penghargaan, yaitu film terbaik dan aktris terbaik, dan juga beberapa nominasi. The Sound of Music menduduki peringkat 40 dalam daftar peringkat 100 film terbaik abad 20 yang dikeluarkan oleh American Film Institute (AFI). Film ini juga mendapatkan tempat dalam daftar peringkat lainnya yang dikeluarkan oleh AFI, seperti 100 film musikal terbaik, 100 musik-musik film terbaik, 100 film bertema kasih terbaik, dan 100 film inspiratif terbaik.

Penulis sangat terkesan dengan film ini karena ceritanya yang ringan dan menyenangkan, tetapi tetap bermutu. Kisah tentang Maria yang bisa mengubah kehidupan keluarga Von Trapp sangat inspiratif dan mengingatkan kita bahwa hidup harus dihadapi dengan sikap yang baik, dalam film ini adalah optimisme, kejujuran, dan kasih sayang. Penulis sudah terkesan dengan film ini sejak pembukaan film yang menggambarkan keindahan pemandangan Salzburg, Austria. Lokasi-lokasi yang digunakan dalam film ini benar-benar indah dan pasti membuat penontonnya kagum. Keunggulan lainnya dari film ini adalah adegan-adegannya yang penuh dengan koreografi yang indah dan cocok dengan lagu-lagunya. Film ini juga memiliki lagu-lagu yang indah dan menyenangkan hati, seperti The Sound of Music, My Favorite Things, dan Do-Re-Mi. Ketiga musik itulah yang masuk dalam daftar peringkat 100 musik-musik film terbaik yang dikeluarkan oleh AFI. Penulis sendiri lebih menyukai Do-Re-Mi dari ketiga musik tersebut. Film ini penuh dengan pesan-pesan moral dan seluruh adegannya cocok ditonton oleh segala umur sehingga film ini menjadi film yang sangat direkomendasikan sebagai tontonan keluarga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: