Oleh: rizarulham | Desember 25, 2009

Ambisi Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengajukan proposal penawaran (bidding) ke FIFA pada awal tahun ini sebagai langkah pertama untuk mencalonkan Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Beberapa negara lainnya yang menjadi peserta bidding untuk menjadi tuan rumah piala dunia 2018 dan 2022 adalah Amerika Serikat, Australia, Belgia dan Belanda, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Portugal dan Spanyol, Qatar, dan Rusia, Meksiko yang sebelumnya juga mengajukan proposal bidding mengundurkan diri. Seperti Korea Selatan dan Qatar, Indonesia hanya mengajukan diri dan fokus untuk 2022 karena PSSI merasa kemungkinan memenangi penawaran lebih besar daripada untuk 2018.

Pada awal Desember ini, media ekspo telah digelar di Cape Town, Afrika Selatan sebagai sarana peserta bidding untuk memperkenalkan negerinya masing-masing. Indonesia beruntung karena stannya ditempatkan oleh FIFA di lokasi yang strategis dan mudah terlihat dan tampaknya presentasi dari Indonesia cukup menarik media internasional. Selanjutnya jadwal penting dari FIFA yang harus diikuti oleh peserta adalah penyerahan buku penawaran (bid book) yang berisi kesepakatan baik dari pemerintah, pengelola stadion, hotel, maupun penanggung jawab keamanan terkait pelaksanaan piala dunia pada Mei 2010. Berdasarkan aturan rotasi FIFA, peluang Indonesia untuk memenangkan bidding cukup besar jika pemenang bidding untuk 2018 dipilih dari benua Eropa.

Tapi sebelum memikirkan kemenangan dalam bidding, ada baiknya PSSI untuk merenungkan kondisi dunia sepak bola di tanah air saat ini. Ada beberapa masalah yang perlu perhatian PSSI untuk diselesaikan, diantara yang penting adalah kekuatan tim nasional dan kondisi infrastruktur.

Kondisi tim nasional saat ini bisa dibilang memprihatinkan dan minim prestasi. Walaupun tidak ada hubungannya dengan proses bidding, peringkat tim nasional yang dikeluarkan FIFA menggambarkan kekuatan saat ini. Berdasarkan peringkat FIFA tanggal 17 Desember, Indonesia berada pada posisi ke-139. Pada penyisihan grup di Sea Games 2009, Indonesia menempati posisi juru kunci dengan nilai 1, sehingga tim nasional harus tersingkir awal sekali dan mengulang prestasi buruk Sea Games sebelumnya. Indonesia bermain seri dengan Singapura, kalah dari Laos, dan kalah dari Myanmar. Kekalahan dari Myanmar dan Laos sangat mengecewakan karena kedua negara tersebut, terlebih Laos, memiliki peringkat FIFA di bawah Indonesia dan tidak punya sejarah sepak bola sepanjang negeri ini. Peringkat FIFA dan hasil terakhir tim nasional di Laos cukup menjadi gambaran apa yang terjadi jika Indonesia menjadi tuan rumah dan tim nasional harus melawan tim-tim besar kelas dunia dan hal ini perlu mendapat perhatian serius oleh PSSI.

Hal lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah Jumlah dan kondisi stadion di Indonesia. Stadion yang memenuhi standar FIFA baru ada 3, yaitu Stadion Utama (Jakarta), Palaran (Samarinda), dan Jakabaring (Palembang), sedangkan jumlah yang disyaratkan FIFA adalah 12 stadion. Selain itu masalah yang terkait infrastruktur adalah transportasi, hotel, dan pengamanan selama penyelenggaraan. PSSI perlu memikirkan bagaimana pola transportasi yang sesuai dan efektif untuk kondisi geografis di Indonesia, sehingga diperlukan perencanaan yang matang termasuk anggarannya. Faktor keamanan termasuk yang juga perlu diperhatikan karena selama ini dapat dilihat bahwa suporter sepak bola di Indonesia tidak bisa tertib dan hampir selalu rusuh.

Semua hal tersebut perlu segera diselesaikan oleh PSSI jika serius untuk mengikuti proses bidding. Dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, tentunya juga dibutuhkan agar rencana PSSI berjalan lancar. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan dan diperbaiki, tapi masih ada banyak waktu sebelum FIFA menentukan tuan rumah piala dunia 2018 dan 2022 pada Desember 2010. Jika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada 2022, lebih banyak waktu lagi bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri. Seluruh rakyat Indonesia, termasuk saya, akan sangat bangga jika Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah dan lebih bangga lagi jika bisa mengimbangi tim-tim kelas dunia dan juga menyelenggarakan piala dunia dengan sukses.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: