Oleh: rizarulham | Februari 24, 2010

Kekeliruan Cara Bersosialisasi pada Remaja

Dalam setiap tahap kehidupannya, seseorang tidak dapat hidup sendiri, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Masa remaja menjadi tahap paling rawan dalam proses bersosialisasi. Belum stabilnya kondisi psikologis menyebabkan remaja sulit untuk mengontrol tekanan dari luar. Banyak hal yang menjadi beban psikologis seorang remaja, terutama yang lahir dan tumbuh pada saat ini dimana teknologi informasi dan komunikasi telah maju pesat, diantaranya adalah tekanan dari sesama remaja dan efek negatif majunya teknologi.

Pengaruh dari teman sebaya terhadap seorang remaja sangatlah besar, sebab kebutuhan penerimaan di tengah komunitasnya sangat penting. Hal itu membuat remaja cenderung menerima seluruh perkataan dan perbuatan temannya tanpa berpikir lebih dulu. Kecenderungan remaja untuk membentuk suatu komunitas memiliki dampak positif dan negatif. Hal positif yang paling terlihat dari sebuah komunitas adalah hubungan antar anggota yang kuat. Hubungan tersebut juga bisa menjadi hal yang negatif jika sudah bersinggungan dengan komunitas lain. Contoh yang paling sering kita lihat adalah perkelahian antar pelajar. Pertentangan antar komunitas tidak hanya terjadi di kalangan remaja pria, tapi juga remaja wanita walaupun biasanya tidak sampai bentrokan fisik. Dampak negatif pengaruh komunitas selain bentrokan fisik adalah hubungan dengan lawan jenis. Seorang remaja akan gelisah seandainya diantara komunitasnya hanya ia yang tidak mempunyai pasangan. Keharusan memiliki pasangan seperti ini akan mengalihkan konsentrasinya dari apa yang seharusnya ia lakukan, terutama pendidikannya. Hubungan seks pra-nikah merupakan dampak negatif dari pengaruh teman sebaya yang paling tidak diharapkan.

Teknologi telah membuat segalanya menjadi lebih mudah, termasuk dalam hal komunikasi. Saat ini, orang yang berada di Indonesia bisa berkomunikasi dengan siapa saja dimana saja dengan mudah. Facebook dan beberapa situs dunia maya lainnya menjadi sarana yang paling umum bagi seseorang untuk bersosialisasi sekarang ini. Remaja sekarang tampaknya sangat bergantung kepada semua situs tersebut dan banyak dari mereka yang tersita waktunya karenanya. Dampak negatif dari situs jejaring sosial tersebut, selain waktu yang terbuang percuma, adalah penyalahgunaan dari situs tersebut. Akhir-akhir ini, ada tindak kejahatan perdagangan manusia, dalam hal ini remaja wanita, yang terungkap menggunakan situs Facebook. Masih banyak lagi kasus penyalahgunaan situs jejaring sosial yang lain dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban.

Menjalin hubungan dan komunikasi dengan teman sebaya merupakan salah satu tahap pertumbuhan dan pendewasaan yang memang harus dijalani oleh setiap remaja. Kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dalam bersosialisasi adalah hal yang wajar, karena manusia belajar dari kedua hal itu. Keluarga menjadi pengendali dan pengontrol bagi seorang remaja agar bisa belajar dari kesalahannya. Bila seorang remaja melakukan kesalahan, maka keluarga berfungsi untuk mengoreksi dan menasihatinya. Semua beban psikologis yang dialami seorang remaja yang bisa mendorongnya berbuat salah dapat diringankan dengan adanya keluarga yang mendukungnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: