Oleh: rizarulham | Februari 24, 2010

Peranan Keluarga Dalam Memecahkan Permasalahan Bangsa

Setiap individu merupakan bagian terkecil dan pembentuk sebuah masyarakat. Meskipun dalam sebuah masyarakat terdapat kesamaan, misalnya kepercayaan, kebudayaan, dan lainnya, masing-masing individu pasti memiliki sesuatu yang khas dirinya sendiri. Terbentuknya pola tingkah laku seseorang, pertama kali, tentunya dimulai dari pengaruh keluarganya sendiri, karena keluargalah kontak paling awal manusia dengan dunia luar. Selanjutnya, pengaruh yang dapat membentuk karakter datang dari masyarakat sekitar, walaupun ada individu yang justru dapat membentuk karakter masyarakatnya.

Seperti yang kita semua ketahui, masyarakat negeri ini menghadapi banyak permasalahan di berbagai aspek kehidupan, diantaranya yang terus mendera adalah kemiskinan, narkoba, dan demoralisasi. Ketiganya dapat dilihat sebagai masalah yang saling terkait. Kemiskinan dapat menyebabkan permasalahan narkoba dan demoralisasi muncul, dan begitu juga sebaliknya. Jumlah penduduk miskin Indonesia, berdasarkan data BPS tahun 2009, mencapai 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk. Penyebab kemiskinan di negeri ini diantaranya adalah tidak meratanya pendapatan yang terkonsentrasi pada segilintir orang dan juga karena budaya korupsi. Setiap individu, yang dilahirkan dalam keluarga miskin, dapat memiliki karakter yang beragam. Jika seseorang dilahirkan dalam keluarga yang baik dan taat beragama, individu tersebut akan memiliki karakter yang baik pula dan mungkin bisa mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan. Sebaliknya jika seseorang dilahirkan dalam keluarga yang berantakan, individu tersebut akan memiliki karakter yang bermasalah dan dapat menimbulkan 2 masalah lainnya tadi. Berdasarkan data BNN tahun 2005-2008, pengguna narkoba sebagian besar adalah penduduk dengan tingkat pendidikan yang rendah dan memiliki pekerjaan berpenghasilan rendah atau pengangguran. Fakta tersebut menunjukkan bahwa orang miskin lebih mudah terjerat oleh masalah narkoba. Dalam hal ini, masyarakat dapat berperan sebagai pengontrol lingkungan. Jika kondisi suatu lingkungan dapat memicu munculnya narkoba, masyarakat sekitarlah yang dapat mencegah sebelum masalah tersebut benar-benar ada.

Masalah demoralisasi, yang terkait dengan kemiskinan dan narkoba, adalah kurangnya kesadaran sosial dan tingginya tingkat korupsi di negeri ini. Seperti telah disebutkan sebelumnya, sebaran pendapatan yang tidak merata adalah salah satu penyebab kemiskinan. Ada sebagian penduduk Indonesia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 trilyun, tapi ada 32,53 juta jiwa yang memiliki pendapatan sebesar 200 ribu sebulan. Hal tersebut cukup menggambarkan betapa lebar jurang antara si kaya dan si miskin. Kesadaran terhadap tingginya kesenjangan sosial ini hanya dapat tumbuh pada masing-masing individu jika adanya kesadaran dalam keluarganya dan masyarakat tempat individu tersebut bersosialisasi. Indonesia selalu menempati peringkat atas dalam hal tingkat korupsi di dunia. Hal ini disebabkan budaya korupsi yang telah berlangsung lama dan mengakar kuat dari tingkat pejabat pemerintah sampai pegawai biasa. Korupsi jelas dapat menyebabkan kemiskinan karena uang negara yang seharusnya untuk rakyat malah mengalir ke orang-orang yang tidak berhak. Keluarga dapat menjadi pembentuk awal karakter individu yang jujur, sehingga tidak tergoda oleh budaya korupsi. Pembentukan karakter anti-korupsi harus dimulai sejak dini agar karakter itu dapat bertahan sepanjang hidup individu tersebut.

Ketiga permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya harus diselesaikan oleh bangsa ini, bersama-sama dengan masalah yang lainnya, jika kita menginginkan bangsa yang lebih sejahtera. Kemiskinan, narkoba, dan demoralisasi adalah masalah yang pelik, namun bukan tidak mungkin untuk dipecahkan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, kesadaran setiap individu penting untuk memecahkan masalah-masalah tersebut dan diperlukan peran penting keluarga dan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: