Oleh: rizarulham | Mei 24, 2010

Tentang Video Klip Komersial Nike dan Pepsi

Video klip pertama dibuat oleh Nike yang merupakan produsen peralatan olahraga. Aktor yang berakting dalam video ini adalah pemain bola yang terkenal dan bintang di negaranya masing-masing. Mereka adalah Brolin dari Swedia, Campos dari Meksiko, Maldini dari Italia, Rui Costa dan Figo dari Portugal, Cantona dari Perancis, Ronaldo dari Brasil, Kluivert dan Davids dari Belanda, dan Wright dari Inggris. Dalam video ini, mereka berada dalam satu tim yang bertanding melawan tim yang beranggotakan iblis-iblis.

Nike melancarkan strategi pemasaran yang bagus dengan memasang banyak pemain bintang dan memadukannya dari berbagai negara yang berbeda. Video klipnya sendiri memiliki jalan cerita yang menarik dan aktornya melakukan gerakan-gerakan akrobatik khas sepakbola yang sulit. Walaupun sebagian besar adegan menggambarkan kekerasan yang dilakukan oleh tim iblis, masih terdapat satu humor yang diucapkan oleh Maldini pada awal video. Dalam video ini, Nike berusaha untuk menyampaikan sebuah pesan moral selain sebagai strategi pemasaran. Menurut pendapat saya, pesan yang dapat ditangkap dari video ini adalah setiap orang harus berusaha untuk melewati rintangan dan masalah yang menghadang. Seberat apapun rintangan itu, jika seseorang mau berusaha, maka ia pasti bisa melewatinya.

Video klip yang kedua dibuat oleh Pepsi yang merupakan produsen minuman ringan. Aktor yang bermain dalam video ini adalah Roberto Carlos yang bermain di tim nasional Brasil. Cerita dalam video ini berawal dari kedatangan para pemain di sebuah airport dan Carlos adalah satu diantaranya. Ketika sedang berjalan bersama pemain lainnya, ada seorang anak kecil meminta tandatangannya. Setelah menandatangani buku anak tersebut, Carlos ditawari Pepsi sebagai ungkapan terima kasih anak itu. Kemudian anak tersebut membungkuk sebagai tanda hormat yang merupakan salah satu tradisi Jepang. Adegan berlanjut pada pertandingan yang diikuti oleh Carlos. Pada pertandingan itu, ia dijegal oleh pemain lawan dan mendapatkan tendangan bebas. Pada saat akan menendang, ia teringat pada anak kecil yang membungkuk padanya di airport. Ia kemudian membungkuk pada pemain lawan yang menjadi pagar betis dan penjaga gawang yang dibalas oleh mereka, dan menendang bola ketika semua pemain lawan sedang membungkuk sehingga menghasilkan gol dengan mudah.

Video ini dibuat oleh Pepsi pada tahun 2002 dalam rangka menyambut penyelenggaraan piala dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Ceritanya memasukkan unsur budaya Jepang untuk menghasilkan video yang menarik dan lucu. Tradisi Jepang yang dimasukkan dalam video ini adalah kebiasaan orang Jepang untuk saling membungkuk, baik saat bertemu, saat berpisah, untuk menyatakan rasa terima kasih, dan berbagai kondisi lainnya. Menurut pendapat saya, pesan yang bisa ditangkap dari video ini adalah kita harus bisa untuk beradaptasi dalam lingkungan tempat kita berada saat itu. Banyak cara beradaptasi dengan lingkungan, salah satunya dengan mengikuti adat istiadat dan kebiasaan daerah tempat kita tinggal. Dengan beradaptasi, kita akan diterima oleh lingkungan tempat kita tinggal sehingga bisa mendatangkan kebaikan/keuntungan bagi kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: