Oleh: rizarulham | Oktober 20, 2010

Internet dan Perkembangannya di Indonesia

Pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat, internet berawal dari keinginan militer untuk menghubungkan komputer-komputer utamanya. Kemudian munculah project ARPANET pada tahun 1969 sebagai jaringan yang pada saat itu masih tertutup dan hanya digunakan oleh militer. ARPANET menghubungkan beberapa tempat yang sebagian besar adalah universitas dan lembaga penelitian. Pada tahun 1975, jaringan pertama yang terbuka untuk publik terbentuk, dinamakan telenet. Setelah itu banyak jaringan yang terbentuk secara global dan saling berhubungan membentuk internet yang kita kenal sekarang ini.

Di Indonesia sendiri, internet mulai berkembang pada awal tahun 1990-an. Pada saat itu, jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network yang terdiri dari beberapa lembaga, yaitu UI, LAPAN, BPPT, PUSDATA DEPRIN, dan ITB. Sama seperti lahirnya internet di Amerika, internet di Indonesia juga berawal dari jaringan yang menghubungkan antar universitas dan lembaga penelitian. Setelah itu, internet terus memasyarakat dengan berdirinya banyak ISP yang menyediakan layanan internet untuk publik.

Masalah dari perkembangan internet di Indonesia saat ini diantaranya adalah rendahnya kecepatan akses internet dan penggunaan internet yang kurang tepat. Kecepatan internet di Indonesia termasuk salah satu dari negara-negara yang memiliki kecepatan internet yang rendah. Di dunia, Benua Eropa memiliki rata-rata kecepatan akses yang paling tinggi dibanding benua lain, tapi negara yang memiliki kecepatan tertinggi adalah Korea Selatan. Korea Selatan memiliki kecepatan akses internet sebesar 35,47 Mbps, berbanding terbalik dengan Indonesia yang memiliki kecepatan sebesar 1,20 Mbps. Daerah yang memiliki rata-rata kecepatan akses paling tinggi di Indonesia adalah Sulawesi Tenggara dengan 6,10 Mbps, ini merupakan anomali karena seluruh daerah lainnya memiliki rata-rata kecepatan tidak lebih dari 1,50 Mbps. Bahkan di kawasan asia tenggara pun, Indonesia hanya lebih tinggi dari Laos. Seluruh data ini diambil dari speedtest.net pada tanggal 20 Oktober 2010.

Penyebab dari masalah kecepatan akses di Indonesia adalah monopoli dari perusahaan telekomunikasi besar, minimnya konten atau server dalam negeri, dan jaringan backbone yang masih terbatas. Masalah monopoli perusahaan dan jaringan backbone hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah dan perusahaan tersebut. Pemerintah dapat berperan besar dengan membuat regulasi agar monopoli perusahaan berkurang dan membangun infrastruktur jaringan yang lebih baik.

Masalah perkembangan internet yang lainnya adalah penggunaan yang kurang tepat oleh masyarakat kita. Pengguna internet di Indonesia telah meningkat pesat sejak 10 tahun terakhir. Pada tahun 2000, pengguna internet baru sebanyak 2.000.000 orang, tetapi, pada tahun 2009, telah mencapai 30.000.000. Sayangnya peningkatan tersebut lebih banyak karena pengaksesan situs porno dan jejaring sosial. Sebelum muncul demam friendster, facebook, twitter, dan lainnya, situs porno masih menjadi situs yang paling banyak diakses di negeri ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih belum memahami manfaat internet yang sebenarnya. Di negara maju, internet dipakai sebagai sarana untuk saling berbagi informasi terutama untuk penelitian, dan ini juga yang harusnya dilakukan di Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: