Oleh: rizarulham | Maret 1, 2011

ACM Code of Ethics and Professional Conduct

Kode etik dan sikap profesional ini terdiri dari 24 butir perintah yang diformulasikan sebagai pernyataan dari tanggung jawab personal. Kode ini berisi banyak isu yang sangat mungkin akan dihadapi oleh seorang profesional. Perintah-perintah tersebut dibagi menjadi 4 bagian. Bagian 1 menguraikan dalam garis besar pertimbangan etis yang mendasar, sedangkan bagian 2 menjabarkan pertimbangan sikap profesional yang lebih spesifik. Perintah-perintah pada bagian 3 menyinggung secara lebih spesifik pada individu yang memiliki peran pemimpin, baik di tempat kerja maupun sebagai anggota organisasi seperti ACM. Prinsip-prinsip menyangkut pemenuhan terhadap kode ini diberikan di bagian 4.

Bagian 1. General moral imperatives

1.1.  Contribute to society and human well-being

Seorang profesional di bidang komputer, ketika mendisain dan mengimplementasikan sistem, harus dapat memastikan bahwa hasil kerjanya akan digunakan dengan cara-cara yang bisa diterima secara sosial, akan memenuhi kebutuhan sosial, dan akan menghindari efek berbahaya terhadap kesehatan dan kesejahteraan.

1.2.  Avoid harm to others

Prinsip ini melarang penggunaan teknologi komputer dalam cara-cara yang dapat mengakibatkan bahaya kepada pengguna, masyarakat umum, pekerja, dan lain-lain. Perbuatan berbahaya termasuk penghancuran dan modifikasi secara sengaja terhadap berkas dan program yang berakibat hilangnya sumber daya atau pengeluaran yang tidak perlu.

1.3.  Be honest and trustworthy

Seorang profesional yang jujur tidak akan membuat pernyataan yang salah atau menipu secara sengaja mengenai sebuah sistem atau desain sistem, tetapi malah akan memberikan penyingkapan secara menyeluruh semua keterbatasan dan masalah dari sistem tersebut.

1.4.  Be fair and take action not to discriminate

Dalam masyarakat yang adil, seluruh individu akan memiliki kesempatan yang sama dalam, atau medapatkan keuntungan dari, penggunaan sumber daya komputer tanpa memperhatikan suku, gender, agama, umur, keterbatasan fisik, kewarganegaraan atau faktor-faktor lainnya.

1.5.  Honor property rights including copyrights and patent

Pelanggaran terhadap hak cipta, hak paten, rahasia dagang, dan seluruh bentuk lisensi lainnya dilarang oleh hukum di sebagian besar negara. Kopi dari perangkat lunak seharusnya dibuat hanya dengan otorisasi pemiliknya.

1.6.  Give proper credit to intellectual property

Seorang profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari properti intelektual. Secara lebih spesifik, seseorang tidak boleh mengakui ide atau hasil kerja orang lain sebagai miliknya, bahkan ketika ide atau hasil kerja tersebut belum dilindungi oleh hak cipta, hak paten, atau lainnya.

1.7.  Respect the privacy of others

Tanggung jawab seorang profesional adalah untuk mempertahankan kerahasiaan dan integritas data individu. Ini termasuk mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan akurasi data, dan juga melindunginya dari akses tidak diotorisasi atau penyingkapan tidak sengaja kepada individu yang tidak tepat. Selanjutnya, prosedur-prosedur harus dibuat agar setiap individu bisa meninjau kembali data mereka dan memperbaiki kesalahan data.

1.8.  Honor confidentiality

Prinsip kejujuran diperluas sampai kepada isu kerahasiaan informasi kapanpun seseorang telah berjanji secara eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, ketika informasi pribadi tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan yang harus dilakukannya.

Bagian 2. More spesific professional responsibilities

2.1.  Strive to achieve the highest quality, effectiveness, and dignity in both the process and products of professional work

Kesempurnaan mungkin merupakan keharusan bagi seorang profesional. Profesional di bidang komputer harus berusaha untuk meraih kualitas terbaik dan sadar akan konsekuensi negatif yang serius yang terjadi karena kualitas buruk dari sebuah sistem.

2.2.  Acquire and maintain professional competence

Kesempurnaan tergantung pada setiap individu yang mengambil tanggung jawab untuk memperoleh dan mempertahankan kompetensi profesional. Seorang profesional harus berpartisipasi dalam menentukan standar untuk level kompetensi yang sesuai, dan berusaha untuk meraih standar tersebut.

2.3.  Know and respect existing laws pertaining to professional work

Anggota ACM harus mematuhi hukum lokal, provinsi, nasional, dan internasional yang berlaku kecuali ada dasar etika yang memaksakan untuk tidak mematuhinya.

2.4.  Accept and provide appropriate professional review

Kualitas kerja profesional tergantung dari tinjauan dan kritik profesional. Setiap individu sebaiknya meminta dan memanfaatkan tinjauan individu profesional lainnya dan juga memberikan tinjauan kritis terhadap hasil kerja individu lain.

2.5.  Give comprehensive and thorough evaluations of computer systems and their impacts, including analysis of possible risks

Seorang profesional harus berusaha untuk perhatian, teliti, dan objektif ketika mengevaluasi, merekomendasikan, dan mempresentasikan deskripsi sistem dan alternatifnya. Setiap tanda bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh sistem harus dilaporkan kepada siapapun yang mempunyai kesempatan dan/atau tanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut.

2.6.  Honor contracts, agreements, and assigned responsibilities

Menghormati komitmen seseorang adalah masalah integritas dan kejujuran. Untuk seorang profesional di bidang komputer, ini termasuk memastikan bahwa elemen-elemen sistem berfungsi seperti yang diinginkan. Juga, ketika seseorang menjalin kontrak untuk bekerja dengan suatu kelompok, orang tersebut mempunyai kewajiban untuk menginformasikan kelompok tersebut tentang kemajuan pekerjaannya.

2.7.  Improve public understanding of computing and its consequences

Seorang profesional mempunyai kewajiban untuk berbagi pengetahuan teknis dengan publik dengan cara mendorong pemahaman terhadap komputer, termasuk pengaruh dari sistem komputer dan keterbatasannya.

2.8.  Access computing and communication resources only when authorized to do so

Seseorang harus selalu memiliki persetujuan yang sesuai sebelum menggunakan sumber daya sistem, termasuk port komunikasi, file space, periferal sistem lainnya, dan waktu komputer.

Bagian 3. Organizational leadership imperatives

3.1.  Articulate social responsibilities of members of an organizational unit and encourage full acceptance of those responsibilities

Pemimpin organisasi harus mendorong partisipasi total dalam memenuhi kewajiban sosial dan juga kualitas performa.

3.2.  Manage personnel and resources to design and build information systems that enhance the quality of working life

Pemimpin organisasi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem komputer meningkatkan, bukan menurunkan, kualitas dari kehidupan kerja.

3.3.  Acknowledge and support proper and authorized uses of an organization’s computing and communication resources

Pemimpin organisasi mempunyai kewajiban untuk mendefinisikan secara jelas penggunaan yang tepat dan tidak tepat sumber daya komputer organisasi. Walaupun jumlah dan lingkup peraturan sebaiknya minimal, peraturan tersebut harus dijalankan secara penuh.

3.4.  Ensure that users and those who will be affected by a system have their needs clearly articulated during the assessment and design of requirements; later the system must be validated to meet requirements

Pengguna sistem sekarang, pengguna potensial, dan orang lain yang hidupnya mungkin terpengaruh oleh sebuah sistem harus dinilai kebutuhannya dan dimasukkan kedalam pernyataan persyaratan. Validasi sistem harus memastikan pemenuhan terhadap persyaratan tersebut.

3.5.  Articulate and support policies that protect the dignity of users and others affected by a computing system

Profesional dalam bidang komputer yang berada dalam posisi sebagai pembuat keputusan harus harus memeriksa bahwa sistem didisain dan diimplementasikan untuk melindungi rahasia pribadi dan meningkatkan martabat.

3.6.  Create opportunities for members of the organization to learn the principles and limitations of computer systems

Kesempatan harus tersedia untuk seluruh anggota untuk menolong mereka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan komputernya, termasuk membiasakan diri mereka dengan konsekuensi dan keterbatasan tipe-tipe sistem tertentu.

Bagian 4. Compliance with the code

4.1.  Uphold and promote the principles of this code

Setiap anggota ACM harus taat pada prinsip-prinsip yang tercantum dalam kode etik ini dan juga mendorong dan mendukung ketaatan oleh anggota lainnya.

4.2.  Treat violations of this code as inconsistent with membership in the ACM

Ketaatan profesional terhadap sebuah kode etik adalah masalah kerelaan. Tetapi, jika seorang anggota tidak mengikuti kode ini dengan melakukan pelanggaran fatal, keanggotaan ACM dapat dibatalkan.

 

Sumber : http://www.acm.org/about/code-of-ethics


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: